PENELITIAN

PENYIMPANAN SPERMA DENGAN ALUMINIUM FOIL DALAM LEMARI PENDINGIN UNTUK PELESTARIAN GENETIK KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) DI KELOMPOK TANI MANDIRI KAMBING PE DUSUN NGANGGRING, DESA GIRIKERTO, KEC. TURI, SLEMAN, DIY.

Oleh    :  Setyo Utomo, dkk.

ABSTACT

                    The aim of the study  was to get cheafest and applicable metode for conservated PE goat genetics by storage sperm used aluminium foil on low temperature. The research included  to provide best selected ram and best  sperm quality, sperm collected by artificial vagina method. Sperm quality test before treatment was done to get best  sperm that will storage have good fertility. Extender treatment used aquadest, egg yolk, coconut water. Storage treatments consist of temperature  5 º C and -5 º C. The time of sperm storage were 0 hour, 24 hour, 3 day, 6 day, 9 day, 15 day and 18 day. The variable collected were livability and progressive motility .  Artificial insemination (AI) was done to PE doe as final research. The does have sincronisated with PGF 2α before. It used the best storage and extender.  Completely randomize designed, 2×3 factorial pattern was use.  Collected data tabulated and analyzed by descriptive analysis. The result showed that selected five goat have  419-521 score.  Macroscopis sperm data from five ram have pH 6.5-7.5, volume 1.0-2.1 ml, colour form yellow to creme, high viscocity, livability 100%, abnormality 10-20 %, mass  movement  +++,  with motility 95-100 percent. The averages sperm motility on  0 hour after extender treatment were  91,67 % for aquadest, 93,33% for egg yolk and 91,67 % for coconut water. The best motility for  AI only feasible on 5 ºC storage, with sperm  motility up to the sixth day (30-40%)  in egg yolk , up to  ninth day in  coconut water (30-45 %) and aquadest (30-60%) but there are many vibratory and circulair movement on -5 ºC. There have been  2% mortility of sperm in aquadest, 26,67% in egg yolk and 2% in coconut water. Conclusion is  PE goat sperm storage use aluminium foil at 5 ºC during sixth day was feasible or AI with conception rate were 81,89% (citrat egg yolk), 40% (coconut water citrat) and 20% (aquadest citrat)  but -5 ºC  not feasible for AI.

Key Words     :  Sperm, PE goat, storage, Aluminium Foil, extender.

INTISARI

                    Tujuan penelitian adalah mencari metoda yang paling murah, mudah dan efektif dalam mempertahankan kualitas genetik kambing PE melalui sistem penyimpanan sperma menggunakan aluminium foil dalam lemari es. Kegiatan penelitian meliputi; pengadaan pejantan melalui pemilihan pejantan unggul PE dan memiliki kualifikasi dan kualitas sperma yang baik,  penampungan sperma menggunakan metoda vagina buatan, uji kualitas sperma pra perlakuan untuk mengetahu kualitas sperma yang akan disimpan. Perlakuan pengenceran menggunakan bahan utama Aquades, Kuning telur, Air kelapa dan penyimpanan pada suhu 5°C dan -5°C. Waktu penyimpanan semen bervariasi dari 0 jam, 24 jam, 3 hari, 6 hari, 9 hari,  15 hari dan 18 hari. Variabel yang diamati adalah persen motilitas. Pelaksanaan IB menggunakan semen perlakuan yang terbaik pada induk kambing PE. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2X3 dan 3 macam bahan pengencer dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis dengan analisis diskriptif.  Hasil pemilihan 9 ekor pejantan kambing PE  diperoleh 5 ekor pejantan dengan skor bervariasi mulai 419 – 521. Data observasi makroskopis  semen segar hasil penampungan  5 pejantan terpilih yaitu memiliki pH berkisar antara 6,5 s/d 7,5, volume 1,0 s/d 2,1, warna kuning s/d krem, konsistensi kental, persen hidup 100%, abnormalitas 10 s/d 20, gerak massa +++ dengan gerak individu (motilitas) berkisar 95 s/d 100%. Berdasarkan gerak individu model penyimpanan yang layak IB hanya pada 5ºC untuk kuning telur sampai dengan hari ke 6 (30 – 40% motilitas), air kelapa sampai dengan hari ke- 9 (30-45% motilitas), dan aquades sampai hari ke-9 (30-60% motilitas) namun banyak gerakan yang v (vibratory) maupun c (circulair).  Untuk penyimpanan -5 ºC semua perlakuan pengenceran sudah tidak memiliki kemampuan fertilitas pada hari ke-1 : aquades 2%, kuning telur 26,67% dan air kelapa 2%. Semen kambing PE yang disimpan dalam aluminium foil  pada 5 ºC selama 6 hari untuk semua bahan pengencer, masih dapat digunakan untuk IB, sedangkan penyimpanan -5 ºC semua perlakuan tidak layak IB pada hari ke 1.  Angka kebuntingan hasil IB tertinggi adalah pada perlakuan pengencer sitrat kuning telur yang disimpan pada 5 ºC yaitu 81,89%.

Kata Kunci     : Semen, Kambing PE, Penyimpanan, Aluminium foil, Bahan pengencer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *